Ibu aku pulang....aku mencari makna kerinduan itu di matamu,aku menemukan makna kata itu ketika kau menahan isak dan kudengar --- "Lihat! aku tak menangis, bukan?" kau menggigiti bibir,membikin semacam senyum,aku mengangguk dan semakin percaya pada bahasa air mata.
ii
Ibu..kakimu.kaki kecil yang tegar.mengalirkan jejak doa pada ubun-ubunku.aku cinta kakimu karena hanya langkahnya melintasi bumi,menembus angin,melewati rintih perih.IBu..pijakan saja kakimu di pundakku sebagai alas langkahmu,karena aku takut,surga mengutukku
iii
Ibu...kau percayakah? di sini,ada musim yang tidak singgah? dan tanpa engkau. aku kian kemarau.kau kirim zikir-zikir.semakin dekat bibir pada persujudan kakiku yang berjalan penuh kerikil menuju bening hatimu.
iv
Yang mengalirkan hangat itu adalah tangan Ibu.Aku terbangun ketika ia menyentuh pipi dan dahiku:meyakinkan lagi,aku masih mengenang kecupannya di sana, sebelum terlelap semalam."IBU mau kau menemukan wangi pada sajadah,yang sudah ibu hamparkan bagi sholatmu."Sejak itu,aku suka memperpanjang sujud dan tahu harus menyebut nama siapa pada doa yang kubaca.
v
Ibu...Bila suatu saat Tuhan berbisik memanggil Ruh-mu.maka Jarak antara kau dan aku menjadi tak terseberangi.Aku menjadi satu-satunya ahli warismu: Menguasai seluruh remuk redam perih dan sepi.Dengan siapa itu harus kubagi?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar