Sebagai diam, aku tak harus bernaung dari sunyi membaca kesepian selamanya. Sebagai titik air, aku tak harus jadi airmata dirabun mataku. Namun, jika kusentuh genangan kesepianmu, apakah lingkar riaknya akan sampai keseberang, ketepian kesendirianku ?
Sabtu, 15 Maret 2014
Bagi Diriku :
adakah yang kau pahami tentang kata di balik bunga waktu dan suara igau
di matahari oleh zikir puisi yang kau sampaikan melalui tadarus, dari
pintu pintu mawar dan ranting seratus aliflammim. raga adam yang terus
berhembus antara angin khuldi sebelum terlelap. bilakah kau menafsirkan
pencapai antara pewarna imaji dan bibir keluh dari setiap ayat yang
tandas kau ajak bicara dalam hening. maka, bicaralah dengan kesahajaan
tentang cinta pada segala rasa yang tak mampu memberi selain atas
cinta-Nya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar