Sabtu, 15 Maret 2014

Bagi Diriku :

adakah yang kau pahami tentang kata di balik bunga waktu dan suara igau di matahari oleh zikir puisi yang kau sampaikan melalui tadarus, dari pintu pintu mawar dan ranting seratus aliflammim. raga adam yang terus berhembus antara angin khuldi sebelum terlelap. bilakah kau menafsirkan pencapai antara pewarna imaji dan bibir keluh dari setiap ayat yang tandas kau ajak bicara dalam hening. maka, bicaralah dengan kesahajaan tentang cinta pada segala rasa yang tak mampu memberi selain atas cinta-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar