Sabtu, 15 Maret 2014

hayya alas sholat...

Mari memarkan ingatan pada Asma-Nya. benturkan yang tak gamang, bergeming, samarkan nama dengan sesukat sakit pada lidah yang selalu ingin menyebut-Nya. Kita bukanlah penyabar, bukankah di hadapan waktu kita sama saja : juga tak berdaya?

dan demi hidup yang tak hidup itu, seluka -seluka, mengaduhlah sepedih-pedihnya hanya pada-Nya. Dengan demam tubuh mengucap apa yang ia pendam. Mungkin, akhirnya, kita, aku dan kau dan tubuh kita, rindu sekadar sekejap pejam pada sajadah usang itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar