Sebagai diam, aku tak harus bernaung dari sunyi membaca kesepian selamanya. Sebagai titik air, aku tak harus jadi airmata dirabun mataku. Namun, jika kusentuh genangan kesepianmu, apakah lingkar riaknya akan sampai keseberang, ketepian kesendirianku ?
Sabtu, 15 Maret 2014
Tadarus Mawar :
Ruang murung ini kau koyak dengan harum semerbak seperti kening yang
mengiblat harap. Padahal...kau hanya merah sederhana, Pun tak ada tatap
sengit. Matamu dan mataku sama terpejam, lelah dengan warna senja dalam
ruang yang mengurung sunyi dalam hati. Sunyi yang merupa duri :
menusukkan perih dan nyeri seperti aroma yang tak ingin pergi. Maka kau
pendam aroma yang tabah dan aku luka tusuk yang terus khusyuk bertahan
akan sebuah kerinduan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar