Begitu tajamkah mata pada cahaya
seperti karang
menolak matahari sebagai kekasih, tapi kalbu malah terbakar akan resah
perasaan karena penolakan-penolakan ini adalah karang bagi dunia dan
pagi dan menjadi airmata bagi kalbu,
Ah..dan lihatlah kamu dan
aku dapat bicara sekali lagi masuklah, masuk lewat mataku hingga
tenggelam dalam leleh kalbuku setiap waktumu telah melebur menuju
penghabisan hayatku mengeras dalam perenungan-perenungan yang tak mampu
aku rampungkan.
Bilakah aku mengetuk diammu kepada cahaya atas bunga-bunga yang mekar di taman langit
aku meminta kalbumu untuk kalbuku dengan cahayaku yang dimiliki cahayamu, berhadapan dalam mata kalbu wahai diri...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar