Sebagai diam, aku tak harus bernaung dari sunyi membaca kesepian selamanya. Sebagai titik air, aku tak harus jadi airmata dirabun mataku. Namun, jika kusentuh genangan kesepianmu, apakah lingkar riaknya akan sampai keseberang, ketepian kesendirianku ?
Sabtu, 15 Maret 2014
Tauhid :
..." memunguti nafas yang terbata-bata, menembus kabut dalam
Uluhiyah-MU adalah persiapan perjalanan jauh yang tak terbatas menuju
Arrasy, setelah itu menyatu dalam hening, larut tenagaku, hilang ragaku
diam dalam Mulkiyah-MU. tak ada yang bisa mengangkatku semua hilang,
lunglai kecuali La Khaola walla Quwatta, nafas kutinggal, logika
kutinggal, semua nafsuku, dan dengan segala sisa kuketuk Rubbuiyah-MU
untuk menemuiMu…"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar